Pj Gubernur Elen Setiadi Siap Bantu Perekonomian daerah
Pj Gubernur Sumsel Siap Bantu Ekonomi daerah Ogan Ilir (foto Ist).--
OGANILIR, HARIANMUBA.BACAKORAN.CO - Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi, S.H. M.S.E melakukan kunjungan kerja (Kunker) perdananya ke Desa Seribandung, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Kedatangan Elen untuk bersilaturahmi ini disambut warga dengan antusias.
Tak hanya itu Dalam sambutannya Elen mengaku datang ke Desa Sri Bendung untuk bersilaturahmi dengan warga dan salah seorang rekan lamanya yang juga merupakan tokoh masyarakat di Desa Sri Bendung yakni, Dr. Ahmad Redi SH, MH yang saat ini merupakan Dosen Hukum Tarumanegara dan Direktur Eksekutif Kolegium Jurist Institute.
"Sejak masuk pemerintahan kami berdua di Menko sering bekerjasama di bidang hukum, persidangan dan menangani perundangan. Kami sepakat dengan kemampuan yang dimiliki kami bisa ikut memberikan masukan kecil pada pemerintah dan harapannya semoga kedepan bisa memberikan yang lebih besar lagi," ujarnya. Lalu Dalam kesempatan itu Elen menjelaskan bahwa saat ini daerah memang membutuhkan percepata program ekonomi.
BACA JUGA:Hotspot Meningkat, Pemprov Sumsel Naikkan Status Siaga Darurat Karhutla
BACA JUGA:Kejati Sumsel Bongkar Mega Korupsi Rp555 Miliar, Tahan dan Tetapkan 6 Tersangka
Karena itu pula, Elen mengaku akan segera berbicara dan berdiskusi dengan Bupati/Walikota di Sumsel agar dengan.Sumber Daya Alam (SDA) yang terbatas saat ini masyarakat tetap bisa berkembang.
"Tentu akan dicarikan jalannya yang apakah melalui kegiatan atau dengan menciptakan lapangan kerja," jelas Elen.
Tak hanya Hal itu Elen memang bukan sesuatu yang mudah.
Terlebih Sumsel banyak memiliki anomali tersendiri.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkumham Sumsel Berikan Penyuluhan Hukum dabn Berbagi Pengetahuan
BACA JUGA:Air Sungai Musi Surut, Anak Anak 'Mandi Orek'
Misalnya beras Sumsel sangat anyak tapi harga berasnya tinggi.
Sumsel juga penghasil kopi tapi yang justru mendapatkan nama yakni Kopi Lampung. PDB ny tinggi namun kemiskinannya juga masih 2 persen di atas nasional.