Camat Sanga Desa Serahkan Tali Asih kepada Keluarga Korban Tenggelam
Camat Sanga Desa Rusdiwan, S.Pd., M.Pd saat menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum Abdul Basyir--
KORANHARIANMUBA.COM - Camat Sanga Desa Rusdiwan, S.Pd., M.Pd didampingi Kasi Kesejahteraan Sosial serta Kasi Trantib Kecamatan Sanga Desa mengunjungi rumah duka almarhum Abdul Basyir, korban tenggelam yang ditemukan di Sungai Musi, Kamis, 8 Januari 2026.
Kunjungan tersebut sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah kecamatan kepada warganya yang sedang berduka.
Dalam kunjungan itu, Camat Sanga Desa secara langsung menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pihak keluarga sekaligus menyerahkan tali asih sebagai tanda duka cita atas musibah yang menimpa almarhum.
“Kami Pemerintah Kecamatan Sanga Desa mengucapkan turut berduka cita atas musibah atau meninggalnya almarhum Abdul Basyir. Beliau adalah orang baik. Kami hadir di sini juga memberikan sedikit bantuan, jangan dipandang dari harganya, namun ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakatnya,” ujar Rusdiwan.
BACA JUGA:Antisipasi Banjir, Polsek Bayung Lencir Cek Debit Air dan Salurkan Sembako di Desa Mekar Jaya
Diketahui, warga Desa Ngunang, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin sebelumnya digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di Sungai Musi pada Kamis, 8 Januari 2026. Jenazah ditemukan di seberang Desa Ngunang dan sempat tersangkut di antara ranting pohon di pinggir sungai.
Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang sedang mencari ikan. Saat ditemukan, korban mengenakan baju berwarna biru dan kondisinya sudah mulai membusuk. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Sanga Desa bersama tenaga kesehatan segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Puskesmas Rawat Inap Ngulak untuk pemeriksaan awal. Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Abdul Basyir (45), warga Desa Air Balui, Kecamatan Sanga Desa.
Lubis, saudara ipar korban, mengungkapkan bahwa almarhum terakhir kali terlihat oleh keluarga pada Selasa, 6 Januari 2026. Ia juga menjelaskan bahwa korban tidak bisa berenang dan dalam beberapa tahun terakhir mengalami gangguan kejiwaan.
BACA JUGA:Dugaan Penodongan di Desa Epil Viral, Polsek Lais Bergerak Cepat
“Kira-kira sudah empat tahun terakhir kondisi kejiwaannya agak terganggu, namun tetap kami pantau oleh pihak keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Air Balui melalui Sekretaris Desa Taswin membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Pemerintah desa turut membantu keluarga dalam proses penanganan jenazah hingga pemakaman.
“Kami turut berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Taswin.