Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sawah Desa Penyandingan OKI
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan mayat perempuan di areal persawahan Desa Penyandingan, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI--
KORANHARIANMUBA.COM, - Warga Desa Penyandingan, Kecamatan Sirah Pulau Padang (SP Padang), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di areal persawahan milik warga setempat, Jumat, 6 Februari 2026 sekira pukul 13.00 WIB.
Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup di dalam air persawahan. Berdasarkan hasil pengecekan awal, korban diketahui berinisial J, berusia 64 tahun, berjenis kelamin perempuan, berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan merupakan warga Desa Penyandingan, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI.
Kejadian bermula saat Sar, warga Desa Penyandingan, hendak pergi ke sawah menggunakan perahu. Saat melintas di lokasi kejadian, saksi melihat sesuatu yang mencurigakan menyerupai tubuh manusia yang mengambang di air. Setelah didekati, saksi memastikan bahwa yang dilihatnya adalah sesosok mayat perempuan.
Saksi kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada Kepala Desa Penyandingan yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Sirah Pulau Padang. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.
BACA JUGA:Ngaku Sebagai Wartawan, Terduga Bandar Sabu di OKU Timur Diringkus Polda Sumsel
Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Sirah Pulau Padang Iptu Ade Candra mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Petugas Polsek SP Padang langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian, mengamankan area sekitar, serta melakukan identifikasi awal terhadap korban,” ungkap Iptu Ade Candra, Sabtu, 7 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan Etin, anak korban, almarhumah diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB dengan tujuan memancing ikan di area sawah. Biasanya korban kembali ke rumah pada waktu makan siang. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban belum juga pulang.
Sekira pukul 13.00 WIB, Nesu yang merupakan sepupu korban menghubungi pihak keluarga dan memberitahukan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di lokasi yang biasa digunakan untuk memancing ikan.
BACA JUGA:Polsek Pengandonan Ungkap Kasus Pencurian Kopi, Dua Pelaku Diamankan
Menurut keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan jantung. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal serta keterangan keluarga, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak kepolisian sempat menyarankan dilakukan autopsi di RS Kayuagung guna memastikan penyebab kematian. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Keluarga korban juga bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak akan menuntut di kemudian hari,” jelas Kapolsek.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.