Baca Koran harian Muba Online

Pipa Gas PHR Zona 4 Bocor di Muara Enim, Warga Cium Bau Menyengat

Petugas kepolisian dan pihak Pertamina memasang garis polisi di lokasi kebocoran pipa gas di Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku--

KORANHARIANMUBA.COM ,- Jalur jaringan transmisi pipa gas milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mengalami kebocoran di wilayah Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim. 

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat setelah mendengar suara semburan dari dalam tanah yang disertai bau gas menyengat. Lokasi pipa gas yang bocor diketahui tidak jauh dari permukiman warga sehingga sempat menimbulkan kepanikan.

“Kami tahu setelah terdengar suara semburan dan baunya sangat menyengat sampai menyebar ke permukiman. Warga tidak berani mendekat karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Junaidi (42), warga Desa Gunung Raja.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang membenarkan adanya kebocoran pipa gas tersebut. Ia menjelaskan, pipa yang bocor merupakan pipa gas mentah sales berdiameter 8 inci yang berada di dalam tanah milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona IV Field Prabumulih.

BACA JUGA:Wujudkan Lingkungan Asri, HKI Tuntaskan Penataan Area TPA Tungkal Jaya di Musi Banyuasin

“Informasi awal kami terima dari laporan warga sekitar yang melapor ke Pos Security SKG, bahwa terdapat kebocoran pada jalur pipa gas sales dari SKG 3 menuju SKG 10 PMB,” jelas AKP RTM Situmorang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak security dan PT Pertamina langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Untuk mencegah kebocoran meluas, aliran gas segera ditutup dari SKG serta dilakukan pemasangan garis polisi di sekitar lokasi agar warga tidak mendekat.

“Tindakan yang dilakukan anggota Polsek Rambang Dangku yakni mendatangi TKP, berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina, melakukan pendataan terhadap warga terdampak, memberikan imbauan agar warga tidak mendekati lokasi, serta memasang police line,” ungkapnya.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, semburan gas sempat mengenai sejumlah tanaman karet milik warga serta berdampak pada beberapa rumah di sekitar lokasi.

BACA JUGA:Wujudkan Mimpi Go International: Dua Putri Muba Siap Berkarir Jadi Caddy Golf Profesional di Malaysia

AKP RTM Situmorang menambahkan, kebocoran diduga disebabkan kondisi pipa yang sudah lama dan mengalami korosi atau berkarat, sehingga tidak mampu menahan tekanan aliran gas.

“Gas sudah berhasil dipadamkan dan hingga saat ini pihak Pertamina masih siaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sebagai langkah pengamanan, pihak Pertamina juga telah mengimbau warga sekitar agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi serta memberikan bantuan berupa konsumsi makanan kepada masyarakat terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan terkendali.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan