Polisi Dalami Kematian Pekerja Sawit di PT KIT OKU
Aparat Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu melakukan olah TKP terkait meninggalnya pekerja bongkar muat sawit di PT KIT, Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang--
KORANHARIANMUBA.COM - Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) masih mendalami kasus meninggalnya seorang pekerja bongkar muat buah sawit di PT Karya Inti Tani (KIT) yang berlokasi di Desa Kurup, Kecamatan Lubuk Batang, Senin, 2 Maret 2026 petang.
Hingga kini, proses penyelidikan terus berjalan untuk memastikan penyebab pasti insiden kecelakaan kerja tersebut. Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres OKU telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian.
Saksi yang dimintai keterangan termasuk operator alat berat jenis loader yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, beberapa pejabat perusahaan juga turut diperiksa guna mengungkap ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden yang merenggut nyawa pekerja tersebut.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo melalui Kasatreskrim AKP Irawan Adi Candra saat dikonfirmasi, Rabu, 4 Maret 2026, menegaskan bahwa proses hukum masih berada pada tahap pemeriksaan dan belum ada penetapan tersangka.
BACA JUGA:Kwarcab Muba Hadiri Pembukaan Musran Sekayu dan Muspanitra 2026
“Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan, belum ada penetapan tersangka. Kita tidak bisa gegabah dalam menentukan tersangka dalam kasus ini,” ujar AKP Irawan.
Ia menjelaskan, sesaat setelah kejadian, anggota Reskrim Polsek Lubuk Batang langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Tim Inafis Polres OKU juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban di RSUD dr. Ibnu Sutowo Baturaja guna memastikan kondisi serta penyebab kematian.
“Semua berproses, namun bertahap. Tim saat ini masih bekerja,” tambahnya.
BACA JUGA: Lalai Hingga Picu Kebakaran Hebat, Pengusaha Minyak Ilegal di Sanga Desa Terancam 5 Tahun Penjara
Sementara itu, Pebri selaku Humas PT KIT saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.