Warga Kenten Keluhkan Krisis Air Bersih
Warga Kenten, Talang Kelapa, terpaksa membeli air tandon akibat krisis air bersih yang berkepanjangan.--
KORANHARIANMUBA.COM - Krisis air bersih yang dialami warga Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, semakin memprihatinkan. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat terpaksa membeli air tandon dengan harga mencapai Rp80 ribu per 1.000 liter.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena pengeluaran untuk kebutuhan air bersih menjadi cukup besar setiap bulan. Salah seorang warga mengaku keluarganya dapat menghabiskan hingga empat tandon air dalam sebulan.
Dengan harga Rp80 ribu per tandon, warga harus mengeluarkan sekitar Rp320 ribu setiap bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga.
Ironisnya, di tengah kesulitan tersebut masyarakat mengaku tetap harus membayar tagihan PDAM meskipun pasokan air kerap tidak mengalir ke rumah mereka.
BACA JUGA: MAN 1 Muba Sosialisasikan PMBM Kelas Filial di Sungai Lilin
Keluhan warga kini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak masyarakat mempertanyakan janji pemerintah terkait pemerataan layanan air bersih di wilayah Talang Kelapa, khususnya kawasan Kenten yang hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air layak.
Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat membebani ekonomi keluarga, terlebih air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda.
Selain digunakan untuk mandi dan mencuci, air tandon juga dimanfaatkan warga untuk memasak dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak PDAM segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki distribusi air bersih di kawasan Kenten dan sekitarnya agar warga tidak terus-menerus terbebani biaya tambahan membeli air tandon.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Muba Gembleng 127 Calon Juru Sembelih Halal
Warga juga khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, pengeluaran rumah tangga akan semakin meningkat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.