Oknum Warga Bangun Kios di Pasar Betung Banyuasin, Pemkab Segera Cari Win Win Solusi

Bangun Kios di Pasar Betung Banyuasin (Foto Ist)--

KORANHARIANMUBA.COM,- Diduga oknum warga membangun ratusan kios di lahan milik pemerintah Kabupaten BANYUASIN tepatnya di pasar pagi Betung Kelurahan Rimba Asam Kecamatan Betung BANYUASIN.

Dengan santainya oknum itu membangun kios yang lebih bagus daripada kios pemerintah sendiri di lahan milik pemerintah tersebut, tanpa ada halangan sama sekali.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Dorong Percepatan Tol Palembang-Betung dan Jembatan Musi V

"Oknum warga itu bangun kios di lahan milik pemerintah," kata salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Penguasaan lahan hingga didirikan bangunan kios oleh oknum warga itu sudah terjadi cukup lama, dan sebenarnya telah ada tindakan penyelesaian dari pemkab Banyuasin.

Namun oknum itu meminta ganti rugi atas pembangunan kios di pasar tersebut, karena sudah mengeluarkan uang cukup banyak.

"Akibatnya sampai sekarang pemda tidak bisa memiliki, dan tidak bisa ambil karena tidak ada perjanjian," imbuhnya.

Kalaupun hendak dikuasai oleh Pemda, informasinya harus menunggu 5-10 tahun usai oknum itu telah balik modal dari pembangunan kios itu.

"Padahal bangunan (kios) dijualbelikan ke pedagang pasar, dan setiap bulan mengambil retribusi oleh oknum warga itu. Bukan masuk ke pendapatan asli daerah," tegasnya.

BACA JUGA:Hindari Kemacetan Parah, Jelang Lebaran Percepat Proyek Pembangunan Tol Palembang – Betung

Akibat dari kios yang layak dan bagus itu, pedagang yang berada di bagian belakang pindah ke depan, karena lokasinya strategis.

"Pindah ke depan, karena kios milik pemerintah sepi," katanya.

Sehingga oknum itu mendapatkan keuntungan dari penyewaan kios itu, sedangkan dari pemerintah tidak mendapatkan sama sekali.

"PAD masuk ke kantong warga, bukan pemerintah," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Banyuasin, Alpian melalui Kepala Pasar Betung, Pensi Cahyadi ketika dikonfirmasi tidak membantah terkait hal tersebut.

"Kita sedang cari win win solusi," singkatnya. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan