Garam Himalaya, Bumbu Dapur dengan Segudang Klaim Manfaat Kesehatan
Garam Himalaya, Bumbu Dapur dari Perut Pegunungan--
KORANHARIANMUBA.COM- Di tengah lautan garam dapur beryodium yang umum kita jumpai, munculah "permata" berwarna merah muda yang memikat perhatian: Garam Himalaya.
Dikenal juga sebagai Himalayan Pink Salt, garam ini bukan sekadar bumbu dapur biasa. Dengan warna unik, kandungan mineral beragam, dan klaim manfaat kesehatan yang menarik, Garam Himalaya telah menjadi fenomena global, digemari oleh koki profesional, penggemar kesehatan, hingga pecinta gaya hidup alami.
Asal-Usul yang Memukau: Jutaan Tahun Terkubur di Himalaya
Garam Himalaya berasal dari Khewra Salt Mine, tambang garam terbesar kedua di dunia, yang terletak di kaki Pegunungan Himalaya, Punjab, Pakistan.
Konon, terbentuknya garam ini bermula jutaan tahun yang lalu ketika lautan purba mengering dan meninggalkan endapan garam yang luas. Seiring berjalannya waktu, pergerakan tektonik bumi mengangkat pegunungan dan mengubur endapan garam ini di bawah lapisan batuan vulkanik dan mineral lainnya.
BACA JUGA:Tanpa Disadari, 10 Kebiasaan Ini Bisa Picu Gagal Ginjal
BACA JUGA:Mengenal Mr. Olympia, Kompetisi Paling Bergengsi Binaragawan Profesional
Isolasi dari polusi modern selama jutaan tahun inilah yang dipercaya menjadikan Garam Himalaya begitu murni dan kaya mineral. Warna merah muda yang khas pada Garam Himalaya berasal dari jejak mineral, terutama oksida besi, yang secara alami terdapat di dalamnya.
Selain itu, garam ini juga mengandung lebih dari 80 elemen jejak lainnya, termasuk kalium, magnesium, kalsium, dan seng, yang memberikan profil mineral yang lebih kompleks dibandingkan garam meja biasa yang sebagian besar hanya terdiri dari natrium klorida.
Secara kimiawi, Garam Himalaya sebagian besar terdiri dari natrium klorida, seperti garam lainnya. Namun, perbedaannya terletak pada proporsi mineral lain yang menyertainya. Berikut adalah beberapa karakteristik utama Garam Himalaya:
Warna: Bervariasi dari merah muda pucat hingga oranye gelap, tergantung pada konsentrasi oksida besi dan mineral lainnya.
BACA JUGA:Mengenal Narwhal, Paus Bergading dari Kutub Utara
BACA JUGA:Daun Kemangi, Rahasia Sehat di Balik Aroma Segar
Tekstur: Tersedia dalam berbagai ukuran butiran, mulai dari halus hingga kasar, serta dalam bentuk balok atau lempengan untuk keperluan kuliner tertentu.
Rasa: Lebih lembut dan sedikit lebih kompleks dibandingkan garam meja biasa. Banyak yang menggambarkan rasanya sebagai "lebih bersih" atau "kurang tajam."