Sejarah Singkat Sang Saka Merah Putih, Bendera Kebangsaan Indonesia
Sejarah dan Makna Filosofis Sang Saka Merah Putih--
KORANHARIANMUBA.COM - Bendera Merah Putih, yang secara resmi disebut Sang Saka Merah Putih, bukan sekadar selembar kain dwiwarna. Ia adalah simbol kedaulatan, identitas, dan perjuangan bangsa Indonesia.
Berkibar gagah di seluruh penjuru negeri, dari puncak gunung hingga halaman rumah-rumah penduduk, Merah Putih menyimpan sejarah panjang yang berakar jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.
Secara umum, warna merah pada bendera Indonesia melambangkan keberanian, semangat perjuangan, dan darah para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan. Sementara itu, warna putih merepresentasikan kesucian, kejujuran, dan niat tulus dalam berbangsa dan bernegara.
Namun, makna kedua warna ini sejatinya lebih dalam dan telah tertanam dalam budaya masyarakat Nusantara sejak lama. Dalam filosofi Austronesia kuno, merah diartikan sebagai simbol langit dan putih sebagai simbol tanah.

Sejarah dan Makna Filosofis Sang Saka Merah Putih--
Konsep ini juga ditemukan dalam kebudayaan Jawa kuno, di mana merah melambangkan getih (darah) sebagai unsur perempuan dan putih adalah getah (air mani) sebagai unsur laki-laki, yang bersama-sama menciptakan kehidupan baru.
Selain itu, warna merah dan putih juga akrab dengan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia, yaitu gula aren yang berwarna merah dan nasi yang berwarna putih.
Hal ini menunjukkan betapa kedua warna tersebut telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat jauh sebelum menjadi warna bendera kebangsaan.
Penggunaan warna merah dan putih sebagai panji-panji kebesaran telah tercatat dalam sejarah berbagai kerajaan di Nusantara. Kerajaan besar seperti Majapahit (abad ke-13 hingga ke-15) diketahui menggunakan panji berwarna merah dan putih.
Bendera ini dikenal dengan sebutan "Getih-Getah Samudra" atau "Gula Kelapa", yang terdiri dari sembilan garis berwarna merah dan putih.
BACA JUGA:Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI di Sungai Lilin Berlangsung Khidmat dan Meriah
BACA JUGA:Bupati Toha Pimpin Upacara HUT ke-80 RI, di Halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan
Bendera ini dikenal dengan sebutan "Getih-Getah Samudra" atau "Gula Kelapa", yang terdiri dari sembilan garis berwarna merah dan putih.
Selain Majapahit, kerajaan-kerajaan lain seperti Kerajaan Kediri dan kerajaan-kerajaan di Sulawesi seperti Bone juga menggunakan dwiwarna ini dalam panji-panji mereka.