Menguak Fakta Menarik Batu Pirus, Permata Biru Kesayangan Bangsawan dan Firaun
Batu Virus--
KORANHARIANMUBA.COM- Batu Pirus, atau yang dikenal juga dengan nama Turquoise, adalah salah satu batu permata paling ikonik dan dicintai di dunia. Warna birunya yang menawan, seringkali dengan urat-urat kehitaman, telah memikat manusia selama ribuan tahun.
Lebih dari sekadar perhiasan, Batu Pirus menyimpan segudang fakta menarik dan keunikan yang menjadikannya sebuah simbol keberuntungan, perlindungan, dan kekayaan budaya.
Fakta Menarik Seputar Batu Pirus
1. Nama dan Asal Usulnya
Nama "Turquoise" berasal dari bahasa Prancis, "pierre turquoise," yang berarti "batu Turki." Nama ini muncul karena pada masa lalu, batu ini pertama kali diperkenalkan ke Eropa melalui rute perdagangan yang melewati Turki. Meskipun namanya demikian, sumber utama Batu Pirus sebenarnya berada di Persia (sekarang Iran) dan Mesir.
2. Komposisi Kimia dan Pembentukan
Batu Pirus adalah mineral fosfat hidrat dari tembaga dan aluminium. Unsur tembaga inilah yang memberikan warna biru yang khas. Sebaliknya, jika ada kandungan besi, warnanya akan cenderung kehijauan. Batu ini terbentuk di daerah kering dan tandus, di mana air yang mengandung tembaga meresap melalui batuan dan mengendap selama jutaan tahun.
BACA JUGA:Pesona Janda Bolong, Tanaman Hias dengan Daun Berlubang yang Eksotis
BACA JUGA:Melihat Fakta Menarik Penguin, Burung Tak Bisa Terbang dari Kutub yang Penuh Pesona
3. Sumber Tambang Utama
Meskipun tersebar di berbagai belahan dunia, beberapa lokasi dikenal sebagai penghasil Batu Pirus terbaik. Tambang-tambang utama di masa lalu berada di Persia (Iran), yang menghasilkan pirus berkualitas tinggi dengan warna biru murni yang sering disebut "Pirus Persia."
Kini, sumber terbesar berasal dari Amerika Serikat, terutama di negara bagian Arizona, New Mexico, dan Nevada. Tambang-tambang di Cina dan Mesir juga merupakan penghasil penting.
Keunikan dan Makna Batu Pirus
1. Warna yang Berubah-ubah
Salah satu keunikan Batu Pirus adalah warnanya yang bisa berubah seiring waktu. Paparan sinar matahari, keringat, minyak dari kulit, bahkan debu, dapat memengaruhi warna batu ini. Perubahan ini terjadi karena komposisi kimianya yang sensitif terhadap lingkungan. Perubahan warna ini sering dianggap sebagai indikator "kesehatan" atau "kesejahteraan" pemakainya.
2. Simbol Perlindungan dan Keberuntungan