Muba Hadiri Rakor Nasional, Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Pengentasan Kemiskinan
Muba Hadiri Rakor Nasional, Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Pengentasan Kemiskinan--
KORANHARIANMUBA.COM,- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) nasional secara virtual, yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.
Rakor virtual yang dilaksanakan di ruang rapat Randik, Senin (08/09/2025), ini mengupas tuntas tiga isu krusial: pengendalian inflasi, evaluasi program 3 juta rumah, serta optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alva Elan, S.STP., M.PSDA., yang mewakili Bupati Muba, M. Toha Tohet, S.H., mengikuti langsung . Turut hadir mendampingi, Kepala Bagian Perekonomian, Muhammad Aswin, S.STP., M.M., serta perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam program-program tersebut.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian secara tajam menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menyusul maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah.
BACA JUGA:Persiapan Hari Jadi Muba ke-69 dan Porprov XV Dimatangkan, Wabup Rohman Tekankan Sinergi
Data menunjukkan, selama periode 25 Agustus hingga 7 September 2025, terjadi total 228 aksi demonstrasi di 35 provinsi. Mirisnya, 42 kabupaten/kota di antaranya mengalami aksi anarkis yang menimbulkan kerusakan.
“Saya meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memiliki empati kepada masyarakat. Kesenjangan yang terlihat jelas telah memicu gejolak sosial,” tegas Tito.
Ia menginstruksikan para kepala daerah untuk segera bertindak. Kerusakan fasilitas publik yang diakibatkan unjuk rasa harus segera diperbaiki. Tito menambahkan, perbaikan kerusakan berat akan dikoordinasikan dengan Kementerian PUPR.
Lebih lanjut, ia juga menginstruksikan agar para pejabat menunda kegiatan seremonial yang mewah dan menghindari “flexing” atau pamer kemewahan di media sosial, demi menenangkan situasi dan menjaga simpati publik.
BACA JUGA:Tim Futsal Setda Muba FC Raih Juara 1 Turnamen Sahabat Keripik Shafa Futsal 2025
Rakor ini juga menjadi panggung bagi pemerintah pusat untuk memaparkan strategi ambisius dalam memberantas kemiskinan. Berdasarkan data BPS per Maret 2025, angka kemiskinan nasional berhasil ditekan menjadi 8,47%.
Meskipun demikian, tantangan masih besar, terutama dengan target pemerintah untuk menghapus kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada tahun 2026 dan menekan angka kemiskinan umum hingga 5% pada tahun 2029.
Strategi yang diusung pemerintah meliputi tiga pilar utama yaitu Pengurangan Beban Dasar: Memberikan jaminan sosial dan bantuan yang tepat sasaran, Peningkatan Pendapatan: Pemberdayaan angkatan kerja dan penciptaan peluang usaha, dan Penurunan Kantong Kemiskinan: Perbaikan rumah tidak layak huni dan penyediaan infrastruktur dasar.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan data pergerakan inflasi dan dampaknya terhadap garis kemiskinan.