Selama 16 Hari Truk Berat Dilarang Melintas, Pembatasan Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Melintas Kota, sejumlah truk tonase besar melintas di jalan soekarno hatta (foto ist)--
KORANHARIANMUBA.COM,- Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel telah mengeluarkan surat edaran (SE) larangan melintas bagi truk tonase besar demi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Kepala Dishub Sumsel, Arinarsa JS menyampaikan pembatasan operasional kendaraan besar di Sumatera Selatan akan dimulai pada 24 Maret hingga 8 April 2025.
"Truk dengan muatan berlebih dilarang melintas selama 16 hari sebab lalu lintas dipastikan padat selama arus mudik dan balik Lebaran," sampainya. Ari menyebut pengaturan pembatasan operasional angkutan barang berlaku di ruas jalan tol dan non tol di Provinsi Sumsel.
Ia merincikan, pembatasan operasional angkutan barang berlaku untuk mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih. Kemudian mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan.
"Termasuk juga mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian (tanah, pasir, batu), hasil tambang, dan bahan bangunan," paparnya.
Untuk memastikan larangan ini berjalan di lapangan, personel Dishub termasuk pihak Kepolisian akan ikut memantau, menerapkan, dan menegakkan aturan tersebut.
"Surat edaran terkait pembatasan operasional angkutan barang sudah diteken Gubernur pada 17 Maret lalu. Akan kita sampaikan juga kepada Dishub kabupaten/kota di Sumsel serta pengusaha angkutan barang dan pihak terkait lainnya," katanya.
Berlakunya aturan ini, kata Arinarsa, tidak lain untuk menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan selama masa arus mudik dan arus balik.
"Yang masih boleh melintas itu hanya angkutan barang tertentu, seperti truk pengangkut BBM, ambulans, dan truk bahan pokok," pungkasnya. (*)