1000 SPKLU Disiapkan Dijalur Mudik, Bagi Penguna Pemudik Mobil Listrik

1000 SPKLU Disiapkan Dijalur Mudik. (ist)--
KORANHARIANMUBA.COM, - Guna memberikan layanan kendaraan Listrik bagi pemudik maupun arus balik Idul Fitri, PT PLN (Persero) siaga 24 Jam.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa pemerintah telah memprediksi lonjakan jumlah pemudik EV hingga lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari PLN sendiri sudah menyiapkan SPKLU totalnya seluruh Indonesia adalah 3.558, di mana 1.000 SPKLU itu berada di jalur mudik,” ujar Yuliot dalam acara Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Ramadan dan Idulfitri 2025 di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin 17 Maret 2025.
BACA JUGA:Sekda Edward Candra Bersama Keluarga Sholat Ied di Masjid Raya Taqwa Palembang
BACA JUGA:Pilihan Ruben Onsu, Bukan Paksaan, Umumkan Mualaf
Selain itu SPKLU yang disiapkan kini juga sudah kompatibel dengan beragam standar colokan kendaraan listrik yang beredar di Indonesia.
Hal ini menunjukkan kesiapan teknis yang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk kesiapan dari sisi teknis, itu justru sudah menyesuaikan dengan standar kendaraan listrik yang ada,” tegas Yuliot.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa PLN telah menyusun strategi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir dalam menghadapi gelombang pemudik EV.
Salah satunya adalah pemetaan titik-titik SPKLU dengan okupansi tertinggi, seperti di wilayah Cirebon, Tegal, dan Batang, yang kerap menjadi titik pengisian daya utama bagi pengendara dari Jakarta atau sebaliknya.
Menurut Darmawan, untuk menjawab tantangan tersebut, PLN telah meningkatkan jumlah SPKLU hingga 7,5 kali lipat di lokasi dengan kepadatan tinggi, dan memastikan bahwa di setiap rest area jalur tol Trans Sumatra dan Jawa sudah tersedia SPKLU dengan jarak antar titik hanya sekitar 23 kilometer.
Ini bertujuan agar pengguna EV tidak mengalami kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan.
“Di setiap rest area sudah ada SPKLU dan jarak satu dengan yang lain hanya sekitar 23 kilometer,” ujarnya.
Hingga Maret 2025 ini, PLN mencatat total 3.558 SPKLU tersebar di 2.412 titik strategis di seluruh Indonesia, dengan 1.000 unit di antaranya terletak di 615 lokasi jalur mudik utama. Ini mencakup ruas tol di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Khusus di jalur-jalur prioritas, PLN juga menyiapkan 12 unit SPKLU Mobile yang bersiaga di jalur darurat bagi pemudik yang kehabisan daya.
Untuk mendukung kelancaran ini, PLN mengimbau seluruh pengguna EV untuk menggunakan fitur Trip Planner di aplikasi.
Fitur ini memungkinkan pemudik merencanakan rute perjalanan, memantau lokasi SPKLU terdekat, serta mengecek tingkat kepadatan SPKLU di sepanjang jalur yang dipilih.
Dengan fitur ini, pengendara dapat menghindari antrean panjang dan memilih waktu yang tepat untuk melakukan pengisian daya.
Darmawan juga menegaskan PLN telah menyiagakan layanan darurat selama 24 jam penuh, termasuk menyediakan petugas teknis yang berjaga di setiap titik SPKLU untuk membantu para pengguna.
Pemudik yang mengalami kendala dapat langsung menggunakan tombol darurat pada aplikasi PLN Mobile, menghubungi Call Center 123, atau melalui WhatsApp ke nomor 0877-7111-2123.
“SPKLU kami yang berada di sepanjang jalur mudik—baik di Jawa, Sumatra, maupun Sulawesi—semuanya sudah disiapkan dengan petugas yang berjaga 24 jam. Jadi pemudik bisa tenang, karena dari sisi infrastruktur dan respons darurat, semuanya telah kami siapkan,” kata Darmawan.
Langkah besar ini mencerminkan keseriusan PLN dan pemerintah dalam membangun ekosistem transportasi listrik yang andal dan berkelanjutan.