Baca Koran harian Muba Online

Terungkap! Duel Kamera Flagship: Bukan Megapiksel Tinggi yang Jadi Juara

--

KORANHARIANMUBA.COM,- Siapa sangka, resolusi 200 MP pada kamera Samsung Galaxy S25 Ultra yang digadang-gadang revolusioner ternyata harus mengakui keunggulan rival dengan resolusi kamera yang jauh lebih rendah dalam pengujian terbaru.

Fakta ini memicu pertanyaan mendasar: benarkah jumlah megapiksel menjadi penentu utama kualitas hasil jepretan?

Samsung Galaxy S25 Ultra mengandalkan sensor ISOCELL HP2 teranyar yang diklaim mampu menangkap detail ekstrem berkat teknologi pixel-binning.

Fitur ini menggabungkan beberapa piksel menjadi satu untuk menghasilkan gambar yang lebih cerah dan tajam, terutama dalam kondisi minim cahaya. Kemampuan ini didukung oleh pemrosesan gambar mutakhir yang mengoptimalkan kontras, ketajaman, dan keseimbangan warna.

BACA JUGA:Vivo Y17s: Ponsel Entry-Level Bertenaga dengan Harga Semakin Bersahabat

BACA JUGA:Keunggulan Layar dan Performa iQOO Z7 5G

Hasil foto dalam kondisi pencahayaan ideal memang memukau, memperlihatkan detail mikro yang sulit ditangkap mata telanjang. Namun, saat diuji dalam kondisi ekstrem seperti kurangnya pencahayaan, konsistensi hasilnya menurun. Beberapa foto menunjukkan noise yang cukup mengganggu dan penurunan ketajaman yang signifikan.

Di sisi lain, muncul pesaing yang tidak mengandalkan besaran megapiksel, namun berhasil mencuri perhatian. Perangkat tersebut adalah Google Pixel 9 Pro, yang hanya dibekali kamera 50 MP. Angka ini jauh di bawah Samsung S25 Ultra, namun hasil fotonya justru terlihat lebih natural, jernih, dan konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Rahasianya terletak pada pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang sangat canggih. Teknologi computational photography pada Google Pixel 9 Pro mampu mengoptimalkan setiap piksel dengan presisi tinggi, menghasilkan warna yang lebih akurat, dynamic range yang seimbang, serta detail yang tajam tanpa over-processing.

Perbandingan langsung antara kedua perangkat ini mengungkap fakta menarik. Dalam pengambilan gambar siang hari dengan cahaya optimal, Samsung Galaxy S25 Ultra unggul dalam hal detail mikro berkat resolusi 200 MP-nya. Namun, Google Pixel 9 Pro menyajikan hasil dengan warna yang lebih realistis dan kontras yang lebih seimbang. Perbedaan mencolok terlihat saat pengambilan gambar di malam hari.

BACA JUGA:Honor Magic V3: Ponsel Lipat Premium dengan Desain Ramping dan Konektivitas Terdepan

BACA JUGA:Tecno Spark 30C Debut di Indonesia: Harga Kompetitif, Layar 120Hz, dan Kamera 50MP

Samsung S25 Ultra, meskipun memiliki mode malam yang canggih, seringkali menghasilkan foto dengan noise yang lebih tinggi dan detail yang sedikit buram di area gelap. Sebaliknya, Pixel 9 Pro mampu menghasilkan gambar yang lebih terang, bersih, dan minim noise berkat algoritma AI yang secara otomatis menyesuaikan eksposur dan mengurangi noise tanpa mengorbankan detail.

Dalam ranah fotografi potret, Galaxy S25 Ultra menawarkan efek bokeh yang indah dengan pemisahan subjek yang tajam berkat sensor beresolusi tinggi. Namun, Pixel 9 Pro kembali unggul dengan kemampuannya mendeteksi kedalaman dan tekstur wajah secara lebih alami.

Hasil potret terlihat lebih hidup, dengan gradasi warna kulit yang halus dan tidak terkesan dibuat-buat. Fitur Super Res Zoom pada Pixel 9 Pro juga memberikan kejutan, memungkinkan perbesaran hingga 10x tanpa kehilangan detail yang signifikan, sesuatu yang sulit dicapai oleh kamera Samsung meskipun memiliki sensor dengan resolusi lebih tinggi.

Kualitas video juga menjadi aspek penting dalam pengujian ini. Samsung Galaxy S25 Ultra mampu merekam video hingga resolusi 8K dengan detail yang luar biasa. Namun, stabilisasi gambar saat merekam dalam kondisi bergerak cepat masih kurang optimal dibandingkan Pixel 9 Pro yang hanya merekam hingga 4K.

Pixel 9 Pro unggul dalam hal stabilisasi berkat kombinasi OIS (Optical Image Stabilization) dan EIS (Electronic Image Stabilization) yang membuat hasil video tetap mulus meskipun diambil sambil berjalan atau bahkan berlari.

Fakta ini membuktikan bahwa kualitas kamera smartphone tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya resolusi megapiksel. Optimalisasi perangkat lunak, teknologi pemrosesan gambar, serta kecanggihan AI memegang peranan yang jauh lebih signifikan dalam menentukan hasil akhir sebuah foto atau video.

Megapiksel tinggi memang memberikan potensi untuk detail yang lebih tajam, namun tanpa dukungan software yang mumpuni, potensi tersebut tidak akan termaksimalkan.

Sebagai kesimpulan, Samsung Galaxy S25 Ultra memang menawarkan kamera 200 MP dengan kemampuan yang mengesankan, namun dalam penggunaan sehari-hari, terdapat smartphone lain dengan resolusi yang lebih rendah yang mampu menghasilkan foto dan video yang lebih memukau.

Google Pixel 9 Pro menjadi buktinya, menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu diukur dari angka yang besar, melainkan dari bagaimana teknologi tersebut diimplementasikan untuk menciptakan pengalaman fotografi yang lebih baik.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan