Baca Koran harian Muba Online

Brotowali: Tanaman Pahit Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Tanaman Pahit Kaya Manfaat untuk Kesehatan-Foto tangkapan layar-

KORANHARIANMUBA.COM,-Brotowali (Tinospora crispa) adalah salah satu tanaman herbal yang sangat populer dalam pengobatan tradisional Indonesia. Dikenal dengan rasa pahitnya yang khas, brotowali sering digunakan dalam ramuan jamu karena khasiat obatnya yang luar biasa. 

Meskipun pahit, manfaat kesehatan yang ditawarkannya menjadikan brotowali sebagai primadona di dunia herbal. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah batang dan daunnya, yang kaya akan senyawa bioaktif.

Salah satu manfaat utama brotowali adalah kemampuannya meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Brotowali mengandung senyawa seperti alkaloid, flavonoid, dan glikosida yang memiliki sifat imunomodulator. 

Senyawa ini bekerja dengan merangsang aktivitas sel-sel kekebalan tubuh, seperti makrofag, yang berperan penting dalam melawan infeksi bakteri, virus, dan jamur. Dengan kekebalan tubuh yang kuat, tubuh menjadi lebih tahan terhadap berbagai penyakit.

BACA JUGA:Beras Merah: Si Kecil Kaya Manfaat untuk Kesehatan Optimal

BACA JUGA:Sambal Belimbing: Sensasi Pedas Asam yang Menggugah Selera

Mengontrol Gula Darah pada Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, brotowali dapat menjadi suplemen alami yang menjanjikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brotowali memiliki efek hipoglikemik, yang berarti dapat membantu menurunkan dan mengontrol kadar gula darah. 

Senyawa aktif dalam brotowali dipercaya dapat meningkatkan produksi insulin, meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, dan menghambat penyerapan glukosa dari usus. Namun, penting untuk dicatat bahwa brotowali tidak dimaksudkan sebagai pengganti obat diabetes resep dokter dan konsultasi medis sangat dianjurkan.

Sifat anti-inflamasi dan analgesik brotowali menjadikannya pilihan alami untuk meredakan nyeri dan peradangan. Ekstrak brotowali telah lama digunakan untuk mengatasi nyeri sendi, nyeri otot, pegal linu, dan kondisi peradangan lainnya. 

Senyawa seperti tinosporide dan furanoditerpenoid dalam brotowali berperan dalam menghambat jalur peradangan dalam tubuh, sehingga mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.

BACA JUGA:Sambal Belimbing: Sensasi Pedas Asam yang Menggugah Selera

BACA JUGA:Rendang Telur: Inovasi Lezat Penuh Kehangatan Rempah, Resep Praktis di Rumah

Mengatasi Demam dan Malaria

Dalam pengobatan tradisional, brotowali sering digunakan untuk mengatasi demam dan sebagai terapi pendukung untuk malaria. 

Sifat antipiretiknya membantu menurunkan suhu tubuh saat demam. Selain itu, beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa brotowali memiliki potensi antimalaria, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mendukung klaim ini secara ilmiah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan