Minyak Wijen, Bumbu Dapur dengan Aroma Khas yang Punya Segudang Khasiat
Minyak Wijen, Rahasia Kuliner dan Kesehatan Tradisional Asia--
KORANHARIANMUBA.COM- Minyak wijen, dengan aroma khasnya yang kuat dan rasa gurih yang mendalam, adalah salah satu minyak nabati tertua yang dikenal manusia. Lebih dari sekadar bahan masak, minyak ini merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan kuliner dan pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia, terutama di Asia.
Dari tetesannya yang memperkaya rasa tumisan hingga manfaatnya bagi kesehatan kulit, mari kita selami lebih dalam dunia minyak wijen yang menakjubkan.
Sejarah penggunaan wijen (Sesamum indicum) dapat ditelusuri kembali hingga ribuan tahun lalu. Tanaman ini diyakini berasal dari Afrika atau India. Catatan sejarah menunjukkan bahwa wijen telah dibudidayakan di Lembah Sungai Tigris dan Efrat sekitar 3500 SM.
Bangsa Babilonia dan Asiria kuno menggunakannya sebagai minyak, anggur, dan bahkan sesajen. Di Mesir kuno, minyak wijen digunakan tidak hanya untuk memasak tetapi juga sebagai bahan bakar lampu dan obat-obatan.
BACA JUGA:Manfaat Dahsyat Daun Kelor, Mulai dari Imun Tubuh hingga Kesehatan Otak
BACA JUGA:Fakta Unik Panda Raksasa, Beruang Soliter Pencinta Bambu
Popularitasnya kemudian menyebar ke seluruh Asia, di mana ia menjadi pilar dalam masakan Tiongkok, Korea, Jepang, India, dan Timur Tengah.
Tidak semua minyak wijen diciptakan sama. Perbedaan dalam proses pembuatannya menghasilkan jenis minyak dengan warna, rasa, dan kegunaan yang sangat berbeda.
Minyak Wijen Sangrai (Toasted Sesame Oil)
* Proses: Dibuat dari biji wijen yang telah disangrai (dipanggang) sebelum minyaknya diekstrak.
* Karakteristik: Memiliki warna yang lebih gelap (dari kuning keemasan hingga coklat tua), aroma yang sangat kuat dan wangi, serta rasa yang kaya dan gurih.
* Penggunaan: Karena aromanya yang kuat dan titik asap yang relatif rendah, minyak ini lebih sering digunakan sebagai finishing oil atau bumbu. Beberapa tetes saja sudah cukup untuk menambah cita rasa pada sup, tumisan, saus salad, atau sebagai saus cocolan (seperti pada dimsum atau gyoza). Minyak ini adalah kunci dari rasa khas banyak hidangan Korea dan Tiongkok.
BACA JUGA:Mengenal Tradisi Bakar Batu, Simbol Persatuan dan Rasa Syukur Masyarakat Papua
BACA JUGA:Mengenal TPST Bantar Gebang, Tempat Pembuangam Sampah Terbesar se-Indonesia