Aturan Main Duel Gervonta Davis vs Jake Paul: Ekshibisi 10 Ronde
Jake Paul menambahkan klausul tes doping acak USADA jelang duel ekshibisi melawan Gervonta Davis--
KORANHARIANMUBA.COM- Pertarungan antara Gervonta Davis melawan Jake Paul dipastikan berlangsung dalam format ekshibisi dengan sejumlah klausul kontrak khusus. Duel ini dijadwalkan digelar pada 14 September mendatang dan menjadi sorotan karena perbedaan ukuran tubuh yang signifikan antara kedua petinju.
Jake Paul yang terbiasa tampil di kelas penjelajah dengan berat hingga 200 pon (sekitar 90,7 kilogram), bahkan pernah bertanding di kelas 102 kilogram, akan menghadapi Gervonta Davis yang merupakan petinju kelas ringan alami dengan bobot 61,2 kilogram.
Davis pernah naik hingga kelas super ringan (63,5 kilogram), namun selisih ukuran dengan Paul tetap sangat jauh.
Aturan resmi pertandingan memang belum dipublikasikan secara penuh, namun Paul menyebut sejak awal tahun bahwa duel akan digelar dengan format 10 ronde berdurasi tiga menit. Paul juga menambahkan klausul batasan berat badan. Ia sendiri akan dibatasi maksimal 88,4 kilogram, sementara Davis diminta bertanding sedekat mungkin dengan angka tersebut.
BACA JUGA:Janice Tjen Tantang Emma Raducanu di Babak Kedua US Open 2025
BACA JUGA:PB Akuatik Indonesia Gelar Kejurnas Open Water Swimming 2025 di Lampung, Seleksi SEA Games
Meskipun berlabel ekshibisi, aturan yang digunakan akan menyerupai pertarungan profesional. Bedanya, tidak ada penilaian resmi dari juri. Hal ini membuka ruang bagi kedua petinju untuk tetap unjuk kemampuan tanpa konsekuensi pencatatan rekor resmi.
Selain itu, Paul juga menambahkan klausul tes doping acak bekerja sama dengan USADA (United States Anti-Doping Agency), badan anti-doping yang sebelumnya menjadi otoritas resmi di UFC pada 2015–2024. Keputusan ini diambil untuk membungkam kritik yang kerap menuduhnya menggunakan zat terlarang dalam karier tinju.
“Jangan khawatir, bagi kalian semua yang menuduh saya menggunakan steroid sebagai alasan memenangkan semua pertarungan saya, kami memiliki tes narkoba seketat mungkin untuk pertandingan ini. Badan Anti-Doping AS, tes narkoba acak kapan saja,” kata Paul dalam unggahan video terbarunya.
Langkah Paul menggandeng USADA dipandang sebagai pernyataan serius di tengah cibiran publik. Meski pertarungan melawan Davis dikategorikan sebagai ekshibisi, aturan ketat ini diharapkan dapat menjaga kredibilitas duel serta memberikan tontonan berkelas bagi penggemar tinju dunia.