Baca Koran harian Muba Online

Tony Ferguson: Anak Saya Harus Raih Pendidikan Tinggi Sebelum Jadi Petarung

Tony Ferguson bersama kedua putranya yang mulai terinspirasi oleh karier ayahnya di dunia MMA--

KORANHARIANMUBA.COM ,– Karier berdarah Tony Ferguson di octagon UFC ternyata menjadi inspirasi besar bagi kedua putranya yang masih kecil. Meski demikian, mantan juara interim kelas ringan UFC itu menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi syarat utama sebelum mereka benar-benar mengikuti jejaknya di dunia pertarungan.

Ferguson, yang kini berusia 39 tahun, memiliki dua putra berusia empat dan sembilan tahun. Keduanya disebut sudah terobsesi dengan karier MMA sang ayah yang penuh dengan laga keras dan pertumpahan darah.

“Suatu kali ketika saya membawa mereka ke akademi, ada foto saya sedang tersenyum, tapi berlumuran darah lawan. Anak saya melihatnya, dan akhirnya dia paham apa yang ayahnya lakukan,” kata Ferguson kepada SunSport.

Ia mengakui bahwa dirinya adalah pahlawan bagi kedua anaknya. Namun, Ferguson menegaskan bahwa meski dirinya mendukung mimpi mereka, ada syarat yang tak bisa ditawar: pendidikan. “Tentu saja mereka ingin melakukan apa yang ayah lakukan. Tapi saya selalu mengarahkan mereka agar bisa kuliah. Mereka harus berprestasi di sekolah dan meraih gelar dulu sebelum bisa menekuni dunia pertarungan,” ujarnya.

BACA JUGA:Persija Jakarta Waspadai Kebangkitan Dewa United di Super League 2025/26

BACA JUGA:Tersisa 3 Wakil, Indonesia Krisis di Perempat Final BWF World Championships 2025

Ferguson menambahkan bahwa dirinya tidak pernah melarang jika anak-anaknya ingin mencoba seni bela diri. “Kapan pun mereka ingin berkelahi, saya selalu memasukkan sarung tinju ke dalamnya. Tapi sekali lagi, kuliah dan pendidikan tetap nomor satu,” tegasnya.

Petarung yang dijuluki “El Cucuy” itu kini sudah meninggalkan kariernya di UFC setelah mengalami delapan kekalahan beruntun, dan beralih ke dunia tinju. Meski begitu, ia menyebut anak-anaknya tidak tahu banyak soal perbedaan kedua cabang olahraga tersebut.

“Mereka hanya tahu ayahnya bertarung. Saat ikut saya ke hotel-hotel saat pertandingan, mereka menganggapnya bagian dari pekerjaan, bukan liburan. Istri saya selalu bilang kepada mereka, ‘Ayah sedang bekerja’. Itu yang membuat saya bersyukur. Mereka bisa ikut dalam perjalanan, sementara saya fokus pada perjuangan saya,” tuturnya.

Dengan tekad mendidik anak-anaknya lebih dulu sebelum mengizinkan mereka terjun ke dunia keras MMA, Ferguson ingin memastikan bahwa keluarga tetap berada di jalur yang benar. “Olahraga tinju atau MMA akan selalu ada, tapi pendidikan adalah pondasi,” pungkasnya. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan