Dua Pelajar Terlibat Kecelakaan dengan Dump Truk Batubara di Babat Supat, Satu Luka Berat
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan motor dan dump truk batubara di Desa Supat Barat, Kecamatan Babat Supat--
KORANHARIANMUBA.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Sekayu–Keluang, tepatnya di persimpangan jalan batubara areal Tambang PT Baturona, Desa Supat Barat, Kecamatan Babat Supat, Minggu 31 Agustus 2025 sekitar pukul 11.30 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan dump truk batubara tanpa nomor polisi yang dikemudikan Dedek (38), warga Keluang, dengan sepeda motor Yamaha Vixion merah putih tanpa plat yang dikendarai dua pelajar.
Pengendara motor, Dafa Arya Firnanda (15), warga Desa Supat Barat, mengalami luka lecet di tangan kanan. Sementara rekannya, Aden Aprian (15), menderita luka serius berupa patah tulang paha kanan, luka robek pada bagian sensitif, serta sejumlah luka lecet di kaki. Korban luka berat langsung dilarikan ke RSUD Sekayu untuk mendapat penanganan medis.
Berdasarkan keterangan, kecelakaan bermula saat dump truk yang dikendarai Dedek keluar dari jalan khusus tambang dan hendak menyeberang ke arah Sekayu.
BACA JUGA:Ayah Kandung di Prabumulih Cabuli Anak Perempuan Sendiri, Terancam 15 Tahun Penjara
BACA JUGA:Korban Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan 1 Km dari Lokasi Kejadian
Pada saat bersamaan, motor yang ditumpangi dua pelajar melaju dari arah Keluang menuju Sekayu. Besi ram samping kiri truk menghantam motor hingga menimbulkan kecelakaan.
Polisi yang datang ke lokasi mengamankan barang bukti berupa satu unit Yamaha Vixion dan dump truk batubara berwarna putih tanpa plat nomor. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Kasatlantas Polres Muba AKP Pandri Simbolon, mewakili Kapolres Muba AKBP God Parlasro Sinaga, SH, SIK, MH, membenarkan kejadian tersebut. “Anggota kami sudah berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” jelasnya.
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa persimpangan tersebut memang rawan kecelakaan. “Disana memang ada pos penjagaan, namun sewaktu kejadian tampaknya tidak ada yang menjaga,” ungkapnya.