Baca Koran harian Muba Online

Ledakan Sumur Minyak Ilegal Kembali Telan Korban, 5 Orang Tewas

Ledakan Sumur Minyak Ilegal Kembali Telan Korban, 5 Orang Tewas--

KORANHARIAMUBA.COM,- Tragedi memilukan kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, akibat aktivitas pengeboran minyak ilegal. 

Kebakaran yang melanda sebuah sumur minyak ilegal di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, telah menyebabkan bertambahnya jumlah korban jiwa. 

Hingga sekaang, total korban meninggal dunia mencapai lima orang, menegaskan kembali bahaya dari praktik ilegal ini.

Tiga Korban Terbaru Ditemukan

Pada hari Jumat, tiga korban baru ditemukan, menambah daftar panjang insiden tragis ini. Korban pertama yang ditemukan pada hari itu adalah Prabowo Muldan, seorang pekerja asal Desa Sukajadi, Banyuasin. 

BACA JUGA:Jalan Tol Baru Resmi Dibuka, Jambi-Palembang Makin Dekat!

Jasadnya ditemukan tak bernyawa di sebuah kolam dekat lokasi kejadian, dengan luka bakar parah.

Dua korban lainnya yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Bayung Lencir, Roy Sapta Nugraha dan Putra, juga meninggal dunia pada Jumat sore. 

Menurut Humas RSUD Bayung Lencir, Daniel Pharsy, kondisi luka bakar yang mereka derita sangat serius, sehingga nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan meskipun sudah mendapatkan penanganan maksimal.

Sebelumnya, dua korban pertama, Romzi dan Nanda, telah meninggal dunia pada Rabu dan Kamis. 

BACA JUGA:Pemkab Muba Tinjau Pembangunan Rumah Bantuan RTLH di Bayung Lencir

Dengan penambahan tiga korban terbaru, total korban jiwa dalam tragedi ini menjadi lima orang. Satu pekerja lainnya, Sumardi, masih berjuang melawan luka bakar serius dan menjalani perawatan intensif.

Insiden ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Aktivitas pengeboran minyak ilegal di Muba telah berulang kali menimbulkan risiko ledakan dan kebakaran, mengancam keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar, serta merusak lingkungan. Tragedi ini menjadi pengingat yang menyakitkan bagi semua pihak.

Dengan semakin banyaknya korban yang berjatuhan, masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas untuk menghentikan praktik ilegal ini.  

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan