Tekan Angka Pengangguran, Pemkab OKI Bentuk Forum HRD Libatkan 114 Perusahaan
Tekan Angka Pengangguran, Pemkab OKI Bentuk Forum HRD Libatkan 114 Perusahaan--
KORANHARIANMUBA.COM,- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengambil langkah proaktif dalam menekan angka pengangguran dengan membentuk Forum HRD (Human Resources Development).
Forum ini merupakan wadah yang menyatukan 114 perusahaan, bertujuan untuk menciptakan sinergi dan memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal. Forum HRD OKI secara resmi dibentuk pada 26 Mei 2025.
Menurut Muchendi, saat mengukuhkan forum tersebut pada 18 September 2025, langkah ini diambil sebagai respons terhadap fenomena di mana banyak perusahaan di OKI merekrut pekerja dari luar daerah, seperti Medan dan Jawa.
Dengan adanya forum ini, diharapkan perusahaan-perusahaan di OKI akan memprioritaskan warga lokal untuk berbagai posisi, mulai dari level buruh hingga manajer.
BACA JUGA:Safari Jumat Wagub Cik Ujang, Perkuat Ukhuwah dan Dekatkan Pemerintah dengan Rakyat
OKI Gelar Job Fair Berskala Besar untuk Warga Lokal
Sebagai upaya memperluas kesempatan kerja, Forum HRD OKI akan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan Job Fair yang akan diselenggarakan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) OKI pada Oktober mendatang.
Sebanyak 114 perusahaan yang bergabung dalam forum ini, termasuk 70 di antaranya yang baru saja dikukuhkan kepengurusannya, telah menandatangani kesepahaman untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Muchendi menekankan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat dalam acara ini, mengingat kesempatan kerja yang ditawarkan terbuka lebar bagi berbagai jenjang pendidikan dan latar belakang.
Ia mengimbau para pencari kerja untuk memanfaatkan bursa kerja ini sebaik-baiknya sebagai sarana untuk mendapatkan pekerjaan, membangun jaringan, dan memahami kebutuhan dunia kerja saat ini.
BACA JUGA:Rangkaian Gempa Guncang Sukabumi, BMKG Jelaskan Pemicunya dan Laporan Gempa Susulan
Selain itu, Pemkab OKI juga terus mengembangkan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Saat ini, 48 peserta sedang mengikuti pelatihan, termasuk program pelatihan bahasa Jepang selama 23 hari yang disiapkan untuk penempatan kerja di luar negeri.
Muchendi berharap berbagai program ini dapat menurunkan angka pengangguran dan mendorong pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh masyarakat OKI.