Baca Koran harian Muba Online

Puluhan Warga Desa Sinar Rambang Jadi Nasabah Bank Sampah Prabumulih

Warga Desa Sinar Rambang rutin melakukan penimbangan sampah bersama Bank Sampah Prabumulih--

KORANHARIANMUBA.COM ,- Sebagian masyarakat Desa Sinar Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, kini aktif menjadi nasabah Bank Sampah Prabumulih (BSP).

Tercatat lebih dari 50 warga telah bergabung dan secara rutin melakukan penimbangan sampah sesuai jadwal yang ditetapkan pihak BSP.

Humas BSP Siti Zuleha melalui operator BSP Dian Nopita mengatakan, penimbangan sampah nasabah di Desa Sinar Rambang dilakukan secara berkala dengan jenis setoran terbanyak berupa karton dan kardus.

“Untuk penimbangan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Biasanya sampah setoran nasabah didominasi karton kardus,” kata Dian Nopita.

BACA JUGA:BNNP Sumsel Gagalkan Penyelundupan Ribuan Ekstasi di Bayung Lencir

Ia menjelaskan, unit bank sampah di Desa Sinar Rambang telah terbentuk cukup lama dan berjalan aktif. Bahkan, para nasabah telah beberapa kali mencairkan tabungan hasil setoran sampah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Di Desa Sinar Rambang unit bank sampah sudah lama terbentuk. Warga juga sudah beberapa kali mencairkan tabungan sampah saat menjelang lebaran,” ujarnya.

Salah satu nasabah, Neni, warga Dusun I Desa Sinar Rambang, mengaku kehadiran unit Bank Sampah Prabumulih sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan sampah rumah tangga.

“Selama ini kami bingung sampah mau dibuang ke mana. Sekarang bisa ditabung. Saat jadwal penimbangan kami setor,” ucapnya.

BACA JUGA:Desak Pembangunan Dilanjutkan, Warga Gelar Aksi Damai di Jembatan Lalan

Ia juga merasakan langsung manfaat ekonomi dari tabungan sampah tersebut. “Dari hasil tabungan sampah, alhamdulillah bisa beli kebutuhan lebaran. Sedikit-sedikit lama-lama jadi banyak,” tambah Neni.

Kepala Desa Sinar Rambang, Indarqo, menyampaikan bahwa sejak adanya unit BSP, pengelolaan sampah di wilayah desanya menjadi lebih tertata. Sampah rumah tangga mulai dipilah oleh warga sebelum disetor ke bank sampah.

“Apalagi pasca lebaran, sampah di desa agak berkurang karena sudah dipilah oleh warga dan sebagian ditabung ke BSP,” ungkap Indarqo.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala terhadap jenis sampah yang tidak bisa ditabung di BSP dan harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan