
Sekadar diketahui, pada Pilkada Empat Lawang 27 November 2024 lalu, pasangan JM-Arifai melawang kotak kosong.
Pasangan JM-Arifai menang dengan memperoleh 147.331 suara atau 80,39 persen dari total 183.255 suara sah. Sedangkan kotak kosong hanya mendapatkan 35.923 suara atau 19,60 persen.
Sementara pada Pilkada Empat Lawang 2013 lalu, H Joncik Muhammad (JM)dan H Budi Antoni Aljufri (HBA), juga pernah bertemu.
HBA berpasangan dengan H Syahril Hanafiah, menang dengan perolehan 62.975 suara.
Joncik berpasangan dengan Drs Ali Halimi dengan perolehan 63.527 suara.
Sedangkan pasangan H Syamsul Bahri dengan H Ahmad Fahrurusazam, hanya memperoleh 3.433 suara.
HBA kemudian menggugat hasil pilkada Bupati Empat Lawang periode 2013-2018 itu ke MK.
HBA menang dan ditetapkan sebagai bupati terpilih. Tapi kemudian HBA dan istri terseret masalah hukum bersama Ketua Hakim KM Akil Mochtar.
Sementara itu, Pengamat Politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar menilai setelah MK memerintahkan PSU untuk Pilkada Empat Lawang 2024, hasilnya akan tidak berpengaruh banyak.
Alasannya, saat pemungutan suara 27 November 2024 lalu, pasangan JM-Arifai menang di atas 70 persen melawan kotak kosong.
”Ketika melawan kotak kosong, hasil suara dari Joncik-Arifai di atas 70 persen. Peluang untuk meraih kemenangan dari Joncik-Arifai akan besar. Selisihnya bisa memang selisih 20 persen. Itu prediksi saya,” ucapnya.
Lain halnya bila saat melawan kotak kosong, JM-Arifai menang dengan perolehan suara yang kecil.
"Kalau hasilnya melawan kotak kosong saat itu selisih atau perolehan suaranya kecil, ada kemungkinan di PSU nanti, perolehan suara dari H Budi Antoni Al Jufri bisa terdongkrak,” ulasnya.
Namun kembali ditegaskan Bagindo, itu baru prediksinya saja. Belum tentu sama dengan prediksi pihak lain, dan kondisi di lapangan sebenarnya nanti.
Bagindo memberikan alasan, berdasarkan figur atau ketokohan dari dari kedua tokoh tersebut, H Joncik Muhammad, dan H Budi Antoni Aljufri.
"Masyarakat Empat Lawang sekarang sudah mulai pintar, tidak mudah dibodohi lagi. Tentu mereka akan memilih figur yang telah memberikan kinerja dan hasilnya dirasakan masyarakat. Semua kemungkinan tetaplah ada, kita harus jujur. Kans dari keduanya untuk memenangkan pilkada akan kembali terjadi," pungkasnya.