Kelangkaan Gas 3 Kg di Muara Enim, Warga Antri Berjam-Jam Tanpa Kepastian

Warga di Muara Enim antre membeli gas LPG 3Kg (foto ist)--

KORANHARIANMUBA.COM – Kelangkaan gas 3 kg atau yang biasa disebut gas melon semakin memperburuk kondisi masyarakat di Muara Enim. Warga harus rela mengantre berjam-jam dengan harapan bisa mendapatkan satu tabung gas, namun banyak yang harus pulang dengan tangan kosong karena pasokan yang terbatas.  

Salah seorang pemilik pangkalan gas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kondisi semakin kacau akibat tingginya permintaan.  

“Saya kaget, begitu gas datang, ratusan warga langsung menyerbu. Bahkan ada yang sampai bersitegang karena tidak kebagian. Saya sudah melaporkan situasi ini ke website Pak Prabowo karena kondisi ini sudah tidak terkendali,” ujarnya.  

Dalam sepekan, pangkalan tersebut hanya mendapat pasokan 280 tabung gas, yang langsung habis dalam hitungan jam. Pihak pangkalan pun terpaksa membatasi pembelian satu tabung per orang, menyebabkan kemarahan warga yang merasa kesulitan mendapatkan gas.  

BACA JUGA:2 Tersangka Ditetapkan Kejari Ogan Ilir, Ini Kasusnya

BACA JUGA:Tanam Pisang di Jalan Rusak Depan Pasar Randik Sekayu, Hindari Lakalantas

Erna (45), seorang warga Muara Enim, mengaku sudah dua hari mencari gas 3 kg tanpa hasil.  

“Saya sudah berkeliling ke semua pangkalan, tapi tidak ada. Saya tidak tahu kapan gas datang. Begitu ada antrian, saya ikut, tapi setelah tiga jam menunggu, hanya dapat satu tabung. Lebih baik harganya mahal tapi mudah didapat,” keluhnya.  

Situasi ini menyebabkan warga harus menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mendapatkan gas, sementara kebutuhan sehari-hari mereka terhambat.  

Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Yudistira, menyoroti permasalahan ini dan menilai kebijakan pembelian gas hanya di pangkalan seharusnya menjaga kestabilan harga, namun justru membuat masyarakat semakin sulit mendapatkan gas.  

"Presiden sudah menginstruksikan agar gas 3 kg bisa kembali dijual melalui pengecer. Ini bisa menjadi solusi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan gas tanpa harus antre panjang," ungkapnya.  

Camat Muara Enim, Elvik Fransiska, juga mengakui kelangkaan ini semakin parah dalam beberapa hari terakhir.  

"Kami akan segera menggelar rapat dengan OPD dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik," ujarnya.  

Dani, seorang pengecer gas di Kelurahan Air Lintang, mengeluhkan kebijakan yang membatasi penjualan gas hanya melalui pangkalan.  

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan