Pedagang Fried Chicken Terpaksa Naikkan Harga Jual
Syarif, pedagang fried chicken keliling di Babat Toman, tetap bertahan meski harga bahan baku naik, Minggu (24/8/2025)--
KORANHARIANMUBA.COM – Para pedagang makanan keliling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus berusaha bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku dan turunnya daya beli masyarakat.
Salah satunya Syarif (52), warga Kelurahan Babat, Kecamatan Babat Toman, yang menjajakan ayam goreng tepung (fried chicken) sejak empat tahun terakhir.
Syarif mengaku terpaksa menaikkan harga jual demi menutupi biaya operasional dan tetap menjaga kualitas rasa dagangannya. “Alhamdulillah, meski sekarang agak sepi, saya tetap mengutamakan rasa. Kalau enak, pembeli pasti kembali lagi. Itu yang utama bagi pedagang,” ujarnya, Minggu 24 Agustus 2025.
Dari hasil berjualan, Syarif bisa meraih keuntungan bersih hingga Rp300 ribu jika seluruh dagangannya laku terjual. “Kalau habis semua biasanya dapat Rp450 ribu, modal sekitar Rp150 ribu. Selain fried chicken, saya juga jual es parut. Harganya sekarang Rp2 ribu per buah, naik Rp1 ribu dari minggu lalu,” jelasnya.
BACA JUGA: Satpol PP Muba Himbau Pemilik Karaoke dan Cafe di Tungkal Jaya Lengkapi Izin Usaha
BACA JUGA: Permintaan Ikan Lele di Sanga Desa Naik 40 Persen, Harga Tetap Stabil
Menurutnya, kenaikan harga ini tidak hanya karena bahan baku, tetapi juga biaya bahan bakar yang semakin mahal. Meski demikian, ia tetap berupaya menambah nilai jual dengan memperbesar ukuran fried chicken yang dijajakan.
Syarif yang sudah berjualan keliling sejak 1985 itu memiliki rute tetap setiap hari. “Kalau ke ulu (arah Lubuk Linggau), paling jauh sampai Ngulak. Kalau ke ilir, biasanya sampai Desa Sukarami,” terangnya.
Meski menghadapi tantangan ekonomi, semangat pedagang seperti Syarif menjadi bukti ketangguhan pelaku usaha kecil dalam memenuhi kebutuhan hidup dan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.