Merayakan HUT RI Dimanapun Berada
Musheni Mahidin Yusuf --
KORANHARIANMUBA.COM,- Alhamdulilah, berkumpul di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II ( SMB 2 ) Kota Palembang pukul 03.00 wib.
Jamaah mulai mengumpulkan koper di pelataran depan SMB dan tepat pukul 04.00 WIB dilaksanakan acara pembukaan : sambutan manajemen, sambutan Tourleader, doa Bersama. Break shalat subuh kemudian dilanjutkan pembagian passport plus visa, nametag dan ticket.
Menaiki pesawat superjet, jamaah tiba di bandara kualanamu Sumatera Utara pukul 09. 00 wib. Istirahat sejenak di gate keberangkatan internasional, jamaah masuk ke pesawat lion air kurang lebih pukul 11 wib. Setiba di bandara King Abdul Aziz kota Jeddah pukul 17 waktu setempat.
Perjalanan dilanjutkan menuju kota Madinatul Munawarah setelah kesiapan koper masing-masing group telah berada di bus masing-masing. Perjalanan kota Jeddah menuju Madinah kurang lebih menempuh 6 jam. Shalat magrib dan isya dilaksanakan dengan niat shalat jama’ takhir waktu isya.
Dengan pertimbangan kelelahan dan mengantuk, muthowib H. Bahrum meminta jamaah untuk shalat jama’ isya dan magrib dilaksanakan di kamar masing-masing. Lalu kemudian, pukul 02 waktu setempat disepakati untuk pergi Bersama ke masjid Nabawy untuk pengenalan jalan hotel ke masjid nabawy ( pagar masuk nomor 318 ) serta melaksanakan shalat tahajud berjamaah. Setelah shalat tahajud beberapa rakat, tiba azan subuh pertama.

Merayakan HUT RI Dimanapun Berada ( Catatan Kecil di Kota Madinatul Munawarah ) --
Setelah shalat tahajud, jamaah menikmati sarapan pagi perdana di hotel. Setelah sarapan, jamaah diajak oleh pembimbing ibadah menziarai tempat pelaksanaan musyawarah penganti Rasulullah saw sebagai pemimpin umat setelah beliau meninggal. Perjalanan berikutnya ke masjid Ali, masjid al ghomamah, dan kompleks kuburan para sahabat Baki’ serta melihat kubah hijau lebih dekat sekaligus memberikan salam kepada Nabi Muhammad saw.
Pahala Umroh Sebelum Umroh
“shalat di Masjid Quba ( pahalanya ) seperti umroh.” ( H.R. Tirmizi ). “ siapa yang bersuci dirumahnya, lalu ia mendatangi masjid Quba,’ maka pahalanya seperti pahala umroh,”. ( H.R. Ibnu Majah ). Jamaah umroh setelah sarapan pagi langsung menaiki bus yang telah disediakan.
Tentunya, sebelumnya telah dijelaskan kepada jamaah agar mengambil wudhu terlebih dahulu di kamar masing-masing sebagai upaya mengamalkan hadist Rasulullah saw sebagaimana yang disebutkan diatas.
Sebelum menuju masjid, muthowib mengajak jamaah untuk berphoto Bersama serta membuat video singkat dengan konten : “siapa kita ?” dijawab jamaah zafatour. Kemudian, pertanyaan berikutnya : “jamaah zafatour ?” : “alhamdulilah, berkah, mabarur, AllahuAkbar. “ kompak dijawab oleh para jamaah sekalian.
Perjalanan jamaah berikutnya adalah menuju pasar kurma. Setelah kurang lebih satu jam lebih, para jamaah Kembali ke bus untuk menuju ke Jabal uhud ( gunung uhud). Selama dalam perjalanan dari hotel ke masjid Quba, pasar kurma dan Jabal uhud. Pembimbing ibadah memberikan penguraian sirah nabawy.
Perjalanan spiritual para jamaah tidak hanya artefak artefak yang nyata, tetapi melalui penjelasan-penjelasan yang ada mampu menghidupkan kisah demi kisah seolah baru terjadi kemarin bersama kehidupan Rasulullah saw.
Urgensi taat pada perintah Rasulullah saw dalam perang uhud ini menjadikan para sahabat sadar bahwa godaan harta ghonimah ( harta rampasan perang ) yang kemudian meninggalkan tugas utama tidak hanya mencelakakan diri sendiri, tetapi juga terhadap Rasulullah saw. Rasulullah saw terdesak hingga giginya berdarah, qadarulah kaum Muslimin Bersama Rasulullah saw dapat mengendalikan kondisi pertempuran tersebut.
Sebelum pukul 11 waktu Madinah, bus kami telah sampai Kembali di depan hotel tempat kami menginap. Shalat zuhur di masjid Nabwy dan shalat sunah jenazah ( rutin setelah shalat fardu ). Setelah makan siang, para jamaah telah disampaikan bahwa jadwal berkunjung ke raudho ( taman dari taman-taman syurga ) dilaksanakan setelah shalat ashar pada tanggal 13 Agustus 2025.